Pengertian Dan Prosesnya
  • Pada masa sekarang mediasi menjadi pilihan utama disamping proses penyelesaiannya berdasarkan kesepakatan para pihak dan juga perdamaian yang dihasilkan menjadi final dan mengikat dan langsung dapat diajukan ke pengadilan sehingga dapat diputuskan dalan suatu putusan pengadilan yang secara hukum mengikat kedua belah pihak. Oleh karena itu, proses mediasi ini lebih disukai dari pada litigasi dan arbitrase.

  • Keuntungan menggunakan mediasi, karena proses penyelesaiannya lebih sederhana, tidak formal,  efisien, waktu lebih singkat, biaya murah dan bersifat rahasia. Dengan berhasilnya kesepakatan bersama, maka hubungan para pihak yang bersengketa tetap terjaga dengan baik.

  • Mediator dan para pihak akan duduk bersama dan para pihak masing-masing diberikan kesempatan untuk saling mengemukakan duduk permasalahannya dan bentuk penyelesaian yang di inginkan. Dalam proses mediasi, mediator hanya bertindak sebagai penengah dan tetap menjaga diskusi dalam suasana yang kondusif.

  • Mediator akan mempelajari sengketanya berdasarkan bukti-bukti dari keduabelah pihak dan akan menawarkan usulan solusi yang adil bagi keduabelah pihak untuk dapat diterima sebagai kesepakatan yang dihasilkan.

  • Mediator hanya menawarkan usulan-usulan yang positif dan netral tidak memihak, namun keputusan akhir yang dihasilkan tetap menjadi keputusan keduabelah pihak yang bersifat pribadi dan rahasia serta tidak dipublikasikan.

  • Diharapkan perdamaian akan berhasil. Manakala oleh sebab-sebab yang tidak dapat disetujui oleh salah satu atau kedua duanya, dan mediasi menjadi gagal, maka atas persetujuan kedua belah pihak, dapat diteruskan keproses Arbitrase Ad Hoc. Dan BAMI akan memberikan daftar Arbiter atau Arbitrator untuk melakukan pilihan dan persetujuan kedua belah pihak.

  • Putusan yang di jatuhkan oleh Arbiter/Arbitrator Ad Hoc langsung final dan mengikat, hanya bisa dibatalkan karena sebab-sebab yang sangat terbatas, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 70 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999.